022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 14.000 17.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGunting Operasi Tajam Tumpul Lurus Marwa 14 cm
Harga Rp 14.000 17.000
Anda HematRp 3.000 (17.65%)
Lihat Detail
Rp 472.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital Lengan Bawah ABN DW-200
Harga Rp 472.000
Lihat Detail
Rp 12.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode001040
Nama BarangUltrasound Gel / Jelly Ultrasonic OneMed
Harga Rp 12.000
Lihat Detail
Rp 372.000 450.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangStetoskop Anak Toonscope ABN
Harga Rp 372.000 450.000
Anda HematRp 78.000 (17.33%)
Lihat Detail

Efek samping nebulizer

Friday, November 24th 2017.

Efek samping nebulizer yang dapat terjadi jika penggunaan nebulizer digunakan dalam jangka waktu yang lama. Nebulizer merupakan alat yang digunakan untuk mengubah obat yang berbentuk cairan menjadi uap yang nantinya akan dihirup oleh pasien yang mengalami gejala gangguan pernapasan. Namun, jika penggunaan nebulizer tersebut terlalu lama dapat menimbulkan efek samping nebulizer yang menggangu saluran pernapasan. Efek samping nebulizer tersebut sangat rawan terjadi pada bayi yang sering menggunakan nebulizer untuk mengatasi gangguan saluran pernapasannya. Bayi masih rentan terkena infeksi dan beberapa hal lainnya, maka dari itu untuk penggunaan nebulizer pada bayi haruslah lebih diperhatikan.

Efek samping nebulizer pada bayi

Penggunaan nebulizer pada bayi dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping nebulizer yang sangat menggangu bagi bayi. Beberapa efek samping nebulizer pada bayi yaitu infeksi saluran pernapasan, infeksi jamur pada mulut, luka bakar pada lidah bayi. Infeksi saluran pernapasan pada bayi dapat terjadi jika penggunaan nebulizer tidak dihentikan ketika bayi sudah sembuh, uap yang dihirup ketika bayi sudah tidak terkena penyakit seperti flu hanya akan menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan bayi.

Infeksi jamur pada mulut bayi yang diakibatkan oleh penggunaan nebulizer dalam jangka waktu yang lama terjadi karena mulut bayi yang sering terkena uap ketika menggunakan nebulizer. Uap panas yang masuk ke dalam mulut bayi seringkali menyebabkan infeksi pada mulut berupa suara serak ataupun mulut kering. Jika hal tersebut terus dibiarkan, lama kelamaan akan menyebabkan bayi sulit untuk mengkonsumsi makanan. Selain itu, uap tersebut yang memiliki hawa panas dapat menyebabkan luka bakar pada mulut bayi. Bayi masih sangat sensitif terhadap apapun terutama hawa panas yang dikeluarkan oleh alat terapi uap tersebut. Jika dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan luka bakar pada lidah bayi. Jika telah timbul luka bakar pada lidah bayi, hal tersebut juga dapat mengganggu indra perasa pada bayi. Indra perasa pada bayi merupakan hal yang sangat penting agar bayi lebih banyak menghisap asi. Namun, jika indra perasa tersebut terganggu konsumsi asi oleh bayi akan berkurang dan menyebabkan bayi cepat lapar. Oleh karena itu, dalam melakukan nebulizer untuk bayi perhatikan jangka waktu penggunaannya.

Bagi bayi, nebulizer sangatlah berguna untuk mencegah terjadinya sinusitis, mengatasi alergi seperti alergi pada asap rokok, polusi udara kotor, minyak wangi, batuk berdahak, flu dan mengatasi gejal penyakit asma. Dengan melakukan pengobatan dengan menggunakan nebulizer, cairan obat akan diubah menjadi partikel uap obat yang nantinya akan dihirup oleh bayi dan uap obat tersebut akan masuk ke dalam saluran pernapasan bayi dan langsung mengatasi objek yang dituju. Terapi uap merupakan metode yang dinilai lebih efektif digunakan untuk bayi. Hal tersebut dikarenakan dengan melakukan terapi uap obat yang digunakan tidak terlalu banyak dan pengobatan langsung ke objek yang dituju.

Nebulizer merupakan alat yang banyak digunakan untuk mengatasi gejala gangguan saluran pernapasa baik pada bayi maupun orang dewasa. Namun untuk penggunaan pada bayi, penggunaan nebulizer harus benar-benar diperhatikan karena kondisi bayi yang masih sensitif dan rentan terkena infeksi yang bsa disebabkan oleh penggunaan alat nebulizer yang digunakan dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, jika bayi sudah tidak mengalami lagi gejala gangguan pernapasan, sebaiknya penggunaan nebulizer dihentikan untuk menghindari efek samping nebulizer pada bayi.

 

 

Oleh : Bidan Rina

Sumber:

  • hamil.co.id

Produk terbaru

Rp 55.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJarum Bekam Sammora Isi 100
Harga Rp 55.000
Lihat Detail
Rp 13.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPinset Chirurgis 14 cm (Pinset Sirurgis)
Harga Rp 13.000
Lihat Detail
Rp 14.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGunting Operasi Tajam – Tajam Lurus 14 Cm Marwa
Harga Rp 14.000
Lihat Detail
Rp 1.000.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKursi Roda Serenity
Harga Rp 1.000.000
Lihat Detail
Rp 26.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode110561
Nama BarangPerban Elastis 6 Inci Atau Perban Coklat
Harga Rp 26.000
Lihat Detail
Rp 159.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangWafer Colostomy Convatec Surfit Natura 57
Harga Rp 159.000
Lihat Detail
Rp 182.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangAlat Bekam KangZhu Kuning Isi 8
Harga Rp 182.000
Lihat Detail
Rp 42.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDressing Jar Stainless Steell
Harga Rp 42.000
Lihat Detail