0851 0117 9366 / 022 2032522
0822 144 623 86 / 08112 2345 05
2AB98F9C
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 91.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Aneroid GEA 1001 (Tensimeter Jarum)
Harga Rp 91.000
Lihat Detail
Rp 12.516.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBrankar Pasien Stainless BFG 002 – 004
Harga Rp 12.516.000
Lihat Detail
Rp 8.050.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBrankar Pasien Stainless BFG 002-001 SS
Harga Rp 8.050.000
Lihat Detail
Rp 2.148.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMeja Periksa Gynecolog Besi BFG 020 – 001
Harga Rp 2.148.000
Lihat Detail

Gangguan / Masalah Eliminasi Urine (Buang Air Kecil) dan Cara Penanganannya

Tuesday, October 14th 2014.

Oleh : Bidan Rina Widyawati

Seseorang dapat mengalami perubahan pola eliminasi urine. Perubahan tersebut disebabkan oleh obstruksi anatomis, kerusakan motorik sensorik, infeksi saluran kemih.

Buang Air Kecil2

Perubahan eliminasi / BAK terdiri atas:

a. Frekuensi
Berkemih dengan sering. Penyebabnya adalah peningkatan asupan cairan, radang pada kandung kemih, peningkatan tekanan pada kandung kemih (kehamilan, stress psikologis).

b. Urgensi (desakan ingin BAK)
Merasa kebutuhan untuk segera berkemih, penyebabnya adalah penuhnya kandung kemih, iritasi atau radang kandung kemih akibat infeksi, sfingter uretra tidak kompeten, stress psikologis.

c. Dysuria
Merasa nyeri atau sulit berkemih. Penyebabnya adalah peradangan kandung kemih atau inflamasi sfingter uretra.

d. Polyuria
Mengeluarkan sejumlah besar urine. Penyebabnya adalah asupan cairan berlebihan, diabetes melitus.

e. Oliguria
Pengeluaran urine menurun dibandingkan cairan yang masuk atau berkurangnya kemampuan untuk membentuk urine (biasanya kurang dari 400 ml dalam 24 jam). Penyebabnya adalah dehidrasi, gagal jantung, gagal ginjal.

f. Nocturia
Berkemih berlebihan atau sering pada malam hari. Penyebabnya adalah asupan cairan berlebihan sebelum tidur (kopi/alkohol), penyakit ginjal dan proses penuaan

g. Anuria
Ketidakmampuan untuk memproduksi urine.

Akibat perubahan pola eliminasi tersebut dapat terjadi gangguan atau masalah terhadap eliminasi urine. Masalah atau gangguan tersebut meliputi :

1. Retensi Urine
Merupakan penumpukan urine dalam kandung kemih akibat ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan kandung kemih, sehingga menyebabkan distensi vesika urnaria, atau merupakan keadaan ketika seseorang mengalami pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap.

2. Inkontinensia Urine
Ketidakmampuan otot sfingter eksternal sementara atau menetap untuk mengontrol eksresi urine. Secara umum penyebab dari incontinensia urine adalah proses penuaan (aging process), pembesaran kelenjar prostat, penurunan kesadaran, penggunaan obat narkotik dan sedatif.

3. Enuresis
Ketidaksanggupan menahan kemih (mengompol) yang diakibatkan tidak mampu mengontrol sfingter eksterna, enuresis biasanya terjadi pada anak atau orang jompo. Umunya terjadi pada malam hari (nocturnal enuresis).

Tindakan untuk mengatasi masalah eliminasi tersebut adalah :

1. Pengumpulan urine untuk bahan pemeriksaan
Pengumpulan atau pengambilan urine sesuai dengan tujuannya antara lain :

  1. Pengambilan urine biasa, pengambilan urine steril, dan pengumpulan selama 24 jam
  2. Pengambilan urine biasa merupakan pengambilan urine dengan cara mengeluarkan urine secara biasa yaitu BAK. Biasanya digunakan untuk pemeriksaan kadar gula dalam urine, pemeriksaan kehamilan, dll.
  3. Pengambilan urine steril, merupakan pengambilan urine menggunakan alat steril, dilakukan dengan cara kateterisasi yang bertujuan mengetahui adanya infeksi pada uretra, ginjal atau saluran kemih lainnya.
  4. Pengambilan urine selama 24 jam merupakan pengambilan urine yang dikumpulkan dalam waktu 24 jam, bertujuan untuk mengetahui jumlah urine selama 24 jam dan mengukur berat jenis, asupan dan output serta mengetahui fungsi ginjal.

2. Menolong BAK dengan menggunakan Urinal
Merupakan tindakan keperawatan dengan membantu pasien yang tidak mampu membuang air kecil sendiri di kamar kecil dengan menggunakan alat penampung (urinal) dengan tujuan menampung urine dan mengetahui kelainan dari uriene (warna dan jumlah).

3. Melakukan kateterisasi
Kateterisasi merupakan cara memasukkan kateter ke dalam kandung kemih melalui uretra yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan eliminasi sebagai pengambilan bahan pemeriksaan.

Peran bidan dalam menangani masalah eliminasi ini adalah sebagai berikut :

1. Menstimulasi refleks urinasi
Posisi tegak, condong ke depan, dapat memfasilitasi kontraksi kandung kemih dan kontrol sfingter. Hal ini sulit dilakukan di tempat tidur, dianjurkan menggunakan pispot atau pergi ke toilet. Kurangi ansietas/kecemasan pasien.

2. Mempertahankan Pola Eliminasi
Memberi dukungan kepada klien untuk mengadaptasi posisi dan rutinitas yang ia gunakan untuk membantu urinasi.

3. Mempertahankan Asupan Cairan Yang Adekuat
Untuk dapat berfungsi normal, ginjal memerlukan 2000–2500 ml per hari, dan bidan harus mendorong asupan cairan secara teratur.

Alat kateter untuk mengeluarkan urine dan urinal bisa didapatkan di Toko Alkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.

 

Sumber :

  • Buku Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan

 

Incoming search terms:

  • gangguan eliminasi urine
  • gangguan eliminasi urin
  • masalah eliminasi urin
  • gangguan bak
  • masalah dalam pola berkemih
  • masalah kebutuhan eliminasi urine
  • penyebab gangguan eliminasi urin
  • masalah eliminasi urine
  • masalah pada eliminasi
  • gangguan gangguan eliminasi urine

Produk terbaru

Rp 216.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangStethoscope Training ABN
Harga Rp 216.000
Lihat Detail
Rp 45.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode16023
Nama BarangUrine Bag 2000 ml OneMed
Harga Rp 45.000
Lihat Detail
Rp 93.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNESCO Test Strip Gula (Glucose)
Harga Rp 93.000
Lihat Detail
Rp 35.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangHB Sahli (Haemometer) Marwa
Harga Rp 35.000
Lihat Detail
Rp 159.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangAlat Test Narkoba Mariyuana UJI MARIYUANA
Harga Rp 159.000
Lihat Detail
Rp 29.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTempat Tidur Rumah Sakit 3 Crank Remote BFG 012 – 001
Harga Rp 29.500.000
Lihat Detail
Rp 247.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGlucoDR Biosensor Test Strip isi 50
Harga Rp 247.000
Lihat Detail
Rp 40.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKantong Kolostomi Anak, Bayi Hollister
Harga Rp 40.500
Lihat Detail