022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 13.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPinset Anatomis 14 cm (Anatomical Forceps) RENZ
Harga Rp 13.000
Lihat Detail
Rp 181.000 205.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangStetoskop Anak ABN Majestic
Harga Rp 181.000 205.000
Anda HematRp 24.000 (11.71%)
Lihat Detail
Rp 7.600.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDressing Trolley Stainless BFG 071 – 001 SS
Harga Rp 7.600.000
Lihat Detail
Rp 1.260.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangStetoskop Littmann Classic II SE Dewasa
Harga Rp 1.260.000
Lihat Detail

Apakah Kanker Kolon, Definisi, Etiologi, Patofisiologi dan Penatalaksanaan

Friday, June 6th 2014.

A.DEFINISI

  • Kanker kolon adalah suatu bentuk keganasan dari masa abnormal/neoplasma yang muncul dari jaringan epithelial dari colon (Brooker, 2001)
  • Kanker kolon/usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum (Boyle & Langman, 2000)
  • Kanker kolon adalah pertumbuhan sel yang bersifat ganas yang tumbuh pada kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya (Tambayong, 2000)

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kanker kolon merupakan kanker yang mengenai usus besar dan dapat bersifat jinak atau ganas bila tidak ditangani dengan cepat, tepat, dan professional.

Informasi harga dan pembelian KANTONG KOLOSTOMI klik disini

Colostomy bag untuk

 

kanker kolon

Kanker kolon

B.ETIOLOGI

  1. Kelainan congenital:Kelainan kongenital adalah kelainan yang dibawa sejak lahir, benjolannya dapat berupa benjolan yang timbul sejak lahir atau timbul pada usia kanak-kanak bahkan terkadang muncul setelah usia dewasa. Pada kelainan ini, benjolan yang paling sering terletak di leher samping bagian kiri atau kanan di sebelah atas , dan juga di tengah-tengah di bawah dagu. Ukuran benjolan bisa kecil beberapa CM tetapi bisa juga besar seperti bola tenis. Kelainan kongenital yang sering terjadi di daerah leher antara lain adalah hygroma colli, kista branchial, kista ductus thyroglosus
  2. Genetik
  3. Gender / jenis kelamin
  4. Usia
  5. Rangsangan fisik berulang: Gesekan atau benturan pada salah satu bagian tubuh yang berulang dalam waktu yang lama merupakan rangsangan yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker pada bagian tubuh tersebut, karena luka atau cedera pada tempat tersebut tidak sempat sembuh dengan sempurna
  6. Hormon: Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria)
  7. Infeksi
  8. Gaya hidup
  9. Karsinogenik (bahan kimia, virus, radiasi): Zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan kanker paru pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama. Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker. Beberapa virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik. Sinar ultraviolet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia.

C. TANDA DAN GEJALA
Gejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker, tahap penyakit, dan fungsi segmen usus tempat kanker berlokasi. Adanya perubahan dalam defekasi, darah pada feses, konstipasi, perubahan dalam penampilan feses, tenesmus, anemia dan perdarahan rectal merupakan keluhan yang umum terjadi. Kanker kolon kanan, dimana isi kolon berupa cairan, cenderung tetap tersamar hingga stadium lanjut.

Sedikit kecenderungan menimbulkan obstruksi, karena lumen usus lebih besar dan feses masih encer. Anemia akibat perdarahan sering terjadi, dan darah bersifat samara dan hanya dapat dideteksi dengan tes Guaiak (suatu tes sederhana yang dapat dilakukan di klinik). Mucus jarang terlihat, karena tercampur dalam feses.

Pada orang yang kurus, tumor kolon kanan mungkin dapat teraba, tetapi jarang pada stadium awal. Penderita mungkin mengalami perasaan tidak enak pada abdomen, dan kadang – kadang pada epigastrium.

Kanker kolon kiri dan rectum cenderung menyebabkan perubahan defekasi sebagai akibat iritasi dan respon refleks. Diare, nyeri kejang, dan kembung sering terjadi. Karena lesi kolon kiri cenderung melingkar, sering timbul gangguan obstruksi. Feses dapat kecil dan berbentuk seperti pita. Baik mucus maupun darah segar sering terlihat pada feses.

Dapat terjadi anemia akibat kehilangan darah kronik. Pertumbuhan pada sigmoid atau rectum dapat mengenai radiks saraf, pembuluh limfe atau vena, menimbulkan gejala – gejala pada tungkai atau perineum. Hemoroid, nyeri pinggang bagian bawah, keinginan defekasi atau sering berkemih dapat timbul sebagai akibat tekanan pada alat – alat tersebut. Gejala yang mungkin dapat timbul pada lesi rectal adalah evakuasi feses yang tidak lengkap setelah defekasi, konstipasi dan diare bergantian, serta feses berdarah.

D. PATOFISIOLOGI
Kelainan congenital, Genetic, Gender / jenis kelamin, Usia, Rangsangan fisik berulang, Hormon, Infeksi, Gaya hidup, karsinogenik (bahan kimia, virus, radiasi) dapat menimbulkan tumbuh atau berkembangnya sel tumor. Sel tumor dapat bersifat jinak (benign) atau bersifat ganas (malignant). Sel tumor pada tumor jinak bersifat tumbuh lambat, sehingga tumor jinak pada umumnya tidak cepat membesar. Sel tumor mendesak jaringan sehat sekitarnya secara serempak sehingga terbentuk simpai (serabut pembungkus yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat). Oleh karena bersimpai maka pada umumnya tumor jinak mudah dikeluarkan dengan cara operasi.

Sel tumor pada tumor ganas (kanker) tumbuh cepat, sehingga tumor ganas pada umumnya cepat menjadi besar. Sel tumor ganas tumbuh menyusup ke jaringan sehat sekitarnya, sehingga dapat digambarkan seperti kepiting dengan kaki-kakinya mencengkeram alat tubuh yang terkena. Disamping itu sel kanker dapat membuat anak sebar (metastasis) ke bagian alat tubuh lain yang jauh dari tempat asalnya melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening dan tumbuh kanker baru di tempat lain. Penyusupan sel kanker ke jaringan sehat pada alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh tersebut sehingga fungsi alat tersebut menjadi terganggu.

Kanker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang tidak teratur dan kemampuan sel-sel ini untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi lainnya. Adapun siklus pertumbuhan sel kanker adalah membelah diri, membentuk RNA, berdiferensiasi / proliferasi, membentuk DNA baru, duplikasi kromosom sel, duplikasi DNA dari sel normal, menjalani fase mitosis, fase istirahat (pada saat ini sel tidak melakukan pembelahan).

E. KOMPLIKASI
Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan obstruksi usus parsial atau lengkap. Pertumbuhan dan ulserasi dapat juga menyerang pembuluh darah sekitar kolon yang menyebabkan hemoragi. Perforasi dapat terjadi dan mengakibatkan pembentukan abses. Peritonitis dan atau sepsis dapat menimbulkan syok.

F. PENATALAKSANAAN

1. Terapi:

Pengobatan tergantung pada tahap penyakit dan komplikasi yang berhubungan, endoskopi, ultrasonogrrafi, dan laparaskopi telah terbukti berhasil dalam tahapan kanker kolorektal pada periode pra-operatif. Metode tahapan yang dapat di gunakan secara luas adalah klasifikasi duke:

  • Kelas A : tumor di batasi pada mukosa dan submukosa
  • Kelas B : penetrasi melalui dinding usus
  • Kelas C : invasi kedalam sistem limfe yang mengalir regional
  • Kelas D : metastase regional tahap lanjut dan penyebaran yang luas.

Pengobatan medis untuk kanker kolorektal paling sering dalam bentuk pendukung atau terapi ajufan, terapi ini biasanya diberikan selain pengobatan bedah pilihan terapi ajufan mencakup kemoterapi, terapi radiasi, dan atau immunoterapi. Terapi ajufan estándar di berikan pada kanker kolon kelas C adalah program 5-FU/levamesole, pasien dengan kanker rektal kelas B dan C di berikan 5-FU dan metil CCNU dan dosis tinggi radiasi pelvis. Terapi radiasi sekarang di gunakan pada periode praoperasi, intraoperasi dan pascaoperasi untuk memperkecil tumor, mencapai hasil yang lebih baik dari pembedahan, dan untuk mengurangi resiko kekambuhan. Untuk tumor yang tidak di operasi atau tidak dapat di reseksi, radiasi di gunakan untuk menghilangkan gejala secara bermakna

2. Pembedahan:

Pembedahan merupakan tindakan primer pada kira – kira 75 % pasien dengan kanker kolorektal. Pembedahan dapat bersifat kuratif atau palliative. Kanker yang terbatas pada satu sisi dapat diangkat dengan kolonoskop. Kolostomi laparoskopik dengan polipektomi, suatu prosedur yang baru dikembangkan untuk meminimalkan luasnya pembedahan pada beberapa kasus.

Laparoskopi digunakan sebagai pedoman dalam membuat keputusan di kolon ; massa tumor kemudian dieksisi. Reseksi usus diindikasikan untuk kebanyakan lesi Kelas A dan semua Kelas B serta lesi C. pembedahan kadang dianjurkan untuk mengatasi kanker kolon D. tujuan pembedahan dalam situasi ini adalah palliative.

Apabila tumor telah menyebar dan mencakup struktur vital sekitarnya, maka operasi tidak dapat dilakukan. Tipe pembedahan tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Prosedur pembedahan pilihan adalah sebagai berikut ( Doughty & Jackson, 199 ):

a. Reseksi segmental dengan anastomosis
b.Reseksi abdominoperineal dengan kolostomi sigmoid permanent
c. Kolostomi sementara diikuti dengan reseksi segmental dan anastomosis lanjut dari kolostomi
d.Kolostomi permanent atau ileostomi.

Berkenaan dengan teknik perbaikan melalui pembedahan, kolostomi dilakukan pada kurang dari sepertiga pasien kanker kolorektal. Kolostomi adalah pembuatan lubang (stoma) pada kolon secara bedah. Stoma ini dapat berfungsi sebagai diversi sementara atau permanent. Ini memungkinkan drainase atau evakuasi isi kolon keluar tubuh. Konsistensi drainase dihubungkan dengan penempatan kolostomi, yang ditentukan oleh lokasi tumor dan luasnya invasi pada jaringan sekitar.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Lynda. 1999. Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, Edisi 2, Jakarta: EGC
  • Lynda. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, Jakarta: EGC
  • Marilynn . 1999. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta: EGC
  • Barbara. 1998. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, Volume 2, Jakarta: EGC
  • Barbara. 1996. Perawatan Medikal Bedah, Volume I, Bandung: YIAPKP
  • Hartono. 1994. Proses Keperawatan di Rumah Sakit, Jakarta: EGC
  • Christine. 2001. Kamus Saku Keperawatan, Jakarta: EGC
  • Marilynn. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pasien, Edisi 3, Jakarta: EGC
  • Effendi. 1995. Pengantar Proses Keperawatan, Jakarta: EGC
  • Robin dan Kumar V. 1995. Buku Ajar Patologi I, Jakarta: EGC
  • Ahmad. 1991. Patologi, Jakarta: FKUI
  • Wilkinson. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan, Edisi 7, Jakarta: EGC

 

 Sumber :

  • mantrinews.blogspot.com

 

Incoming search terms:

  • patofisiologi ca colon
  • patofisiologi kanker kolon
  • ca colon pdf
  • etiologi kanker kolon
  • patofisiologi kanker kolon pdf
  • patofisiologi kanker kolorektal
  • kanker kolon pdf
  • pengertian ca colon
  • #################################
  • patofisiologi CA kolon

Produk terbaru

Rp 52.000 55.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGunting Jaringan / Operasi Tajam Tajam Bengkok 14 cm smic
Harga Rp 52.000 55.000
Anda HematRp 3.000 (5.45%)
Lihat Detail
Rp 12.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode001040
Nama BarangUltrasound Gel / Jelly Ultrasonic OneMed
Harga Rp 12.000
Lihat Detail
Rp 3.278.600
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMeja Ginekologi (Bed Obgyn) Pisah Besi BFG 014 – 002
Harga Rp 3.278.600
Lihat Detail
Rp 12.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMicropore Plester Medis 0.5 Inchi
Harga Rp 12.500
Lihat Detail
Rp 5.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangUrine Bag / Kantong Urin 2000 ml Steril Gea T Type
Harga Rp 5.500
Lihat Detail
Rp 1.125.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNebulizer Omron NE-C29
Harga Rp 1.125.000
Lihat Detail
Rp 8.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTes Kehamilan Siklus / HCG Urine Test
Harga Rp 8.000
Lihat Detail
Rp 8.000 10.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPinset Anatomis 14 cm (Anatomical Forceps) SAFFA
Harga Rp 8.000 10.000
Anda HematRp 2.000 (20.00%)
Lihat Detail