022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 20.500 21.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMeteran gulung otomatis (Automatic measuring tape) ABN
Harga Rp 20.500 21.000
Anda HematRp 500 (2.38%)
Lihat Detail
Rp 600.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensi Raksa Sphygmed
Harga Rp 600.000
Lihat Detail
Rp 2.148.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMeja Periksa Gynecolog Besi BFG 020 – 001
Harga Rp 2.148.000
Lihat Detail
Rp 1.200.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKursi Roda Spirit
Harga Rp 1.200.000
Lihat Detail

Larva migrans: cacing mini berlenggang

Saturday, April 19th 2014.

Ada 2 jenis, yakni cutaneous larva migrans (di kulit) dan larva migrans visceralis (di organ tubuh). Kita hanya akan membahas jenis yang pertama: cutaneous larva migrans, lantaran jenis ini lebih sering ditemui. Nama lain adalah creeping eruption.

larva migrans

Ketika menemui penyakit ini di daerah pinggiran kota, bayangkan betapa sulitnya menjelaskannya. Begitu juga saya, saat mengatakan penyebabnya adalah cacing mungil masuk dan berkelana di bawah kulit, kira-kira apa reaksi yang mendengarnya, hayo. Biasanya cacing kan keluar lewat anus, atau cacing kremi ada di pinggiran silit (dubur). Lha kok tak ada hujan tiada angin ada cacing di bawah kulit. Syukurlah, sekarang sudah enak, serba elektronik, serba komputer, sehingga di pinggiran seperti saya pun bisa memanfaatkannya.

Penyebab:

Penyebabnya adalah larva dari cacing tambang Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum, yang berasal dari binatang, terutama anjing dan kucing. Penyebab lain diantaranya: gnatostoma, Uncinaria stenocephala, Butnostomum phlebotomum (dari sapi), Strongiloides sterconalis, dll. Larva cacing tersebut hidup di tanah, lumpur, pasir dan tempat-tempat kotor. Cacing ini daur hidupnya terutama melalui anjing, kucing dan dilaporkan bisa melalui herbivora.

Cacingnya tidak kelihatan saking kecilnya (ukurannya mikro), kecuali menggunakan mikroskop.Sedangkan viceral larva migrans atau Larva migrans viseralis (menyerang bola mata, dan beberapa organ dalam lainnya) disebabkan oleh: larva cacing Toxocara (tidak dibahas dalam tulisan ini)

Penularan:

  • Kontak dengan larva cacing di tempat-tempat kotor (pasir, tanah, lumpur dll)
  • Tertelan telur cacing (melalui tangan secara tidak sengaja)

Siapa yang bisa terjangkit “goyangan cacing mini” Larva migrans ? Pada dasarnya siapapun bisa terjangkit bila tertular, melalui kontak maupun tertelan. Tetapi yang paling sering dan memiliki resiko paling besar adalah: anak usia 1-7 tahun.

Mengapa ?

Karena anak pada usia tersebut senang-senangnya main di pasir dan ndeprok (duduk) di tanah atau rerumputan.  Di tempat kami, kasusnya rata-rata 1-2 kasus per bulan (di tempat praktek). Usia penderita beragam, mulai anak hingga dewasa. Pada anak umumnya memiliki riwayat senang main atau ndeprok di tanah, pasir, rerumputan. Sedangkan pada usia remaja, biasanya sebelumnya habis latihan silat, guling-guling di rumput (mungkin latihan jurus naga), atau habis bal-balan di lapangan kotor. Dan pada usia dewasa, pada umumnya terjangkit setelah kerja bakti mebershkan parit, bersih-bersih halaman, pekerja pengangkut pasir dll.

Saya memakai isitilah cacing kulit supaya mudah diingat. Istilah ini saya akui salah, tetapi jangan khawatir, nama Larva migrans tetap diperkenalkan, lalu saya mudahkan dengan nama “cacing kulit“.

Ternyata warga memang lebih mudah mengingat. Terbukti penderita yang terjangkit larva migrans mengatakan bahwa diberi tahu tetangganya yang pernah berobat dan diberi tahu bahwa namanya “cacing kulit”, lalu disuruh berobat ke praktek karena akan ditunjukkan gambarnya di komputer kecil (maksudnya PDA).

Perjalanan penyakit ( larva migrans cutaneous).

Pada manusia, masa tunasnya mencapai beberapa hari dan penyakit ini dapat berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan bila tidak diobati. Awalnya hanya berupa bintik merah gatal (bentol), lalu melonjong, memanjang, berkelak-kelok seperti spiral. Gatal pada malam hari, lantaran saat itu si Larva cacing jalan-jalan berlenggak-lenggok menyusuri kulit rata-rata 2mm-3mm per hari. Jadi jika alur lenggak-lenggoknya sekitar 15 cm, berarti kira-kira sudah berlangsung sekitar 5 hari. Adakalanya orang tua ngotot baru 2 hari, maklum saja mungkin tahunya memang baru 2 hari karena si ibu bekerja dan anaknya dititipkan. (di daerah kami banyak wanita bekerja di pabrik plywood, namun sekarang sudah kerkurang seiring bangkrutnya beberapa pabrik plywood)

” Pak, niki anak kulo kinging cacing kulit. Tanggi-tanggi nyanjangi ken berobat ngriki “. (pak, ini anak saya kena cacing kulit. Tetangga ngasih tahu dan nyuruh berobat ke sini)

Ehm, ya sudah tinggal nyocokkan, wong ibu si pasien udah ngerti.Cacing tamasya di perut.

Berdasarkan letaknya, penyakit ini paling banyak mengenai kaki (39%), pantat (18%) dan perut (16%). Jining Wang, MD, February 28, 2006.

Pengobatan.

Sebelum tahun 1960-an, pengobatan cutaneous larva migrans menggunakan Chlorethyl, obat anastesi semprot dingin (biasa juga dipakai di persepakbolaan).

Prior to the 1960s, topical modalities such as ethyl chloride spray, liquid nitrogen, phenol, carbon dioxide snow, piperazine citrate, electrocautery, and radiation therapy were used unsuccessfully because the larvae might be missed and/or not be killed. Lydia A Juzych, MD, April 10, 2006)

Ternyata obat semprot tersebut hanya menghambat, tidak membunuh cacing. Perlu diketahui, larva cacing terhambat pada suhu di bawah 10 derajat celcius, tetapi tidak mati, dan baru bisa mati pada suhu minus 15 derajat celcius. Itulah mengapa disemprot Chlorethyl tak kunjung sembuh.

Obat yang dianjurkan antara lain:

Obat cacing: Obat pilihan adalah: thiabendazole, ivermectin dan albendazole, sedangkan obat lainnya Mebendazole.

Thiabendazole

Dosis: 25-50 mg/kg berat badan/hari, diberikan 2 kali sehari selama 2-5 hari. Tidak diperkenankan melebihi 3 gram perhari.Dapat juga diberikan secara topikal (obat luar) 10-15% dalam larutan.

Albendazole. ( pilih yang ini )

  • Dosis dewasa dan anak di atas 2 tahun: 400 mg perhari, dosis tunggal, selama 3 hari atau 200 mg dua kali sehari selama 5 hari.
  • Dosis anak kurang dari 2 tahun: 200 mg perhari selama 3 hari.
  • Atau 10-15 mg per kg berat badan, 4 kali perhari selama 3-5 hari. Jining Wang, MD, February 28, 2006

Mebendazole

  • Dosis dewasa dan anak di atas 2 tahun: 100-200 mg dua kali sehari, selama 4 hari .
  • Anak kurang dari 2 tahun: tidak dianjurkan

Anti alergi, untuk mengurangi alergi lokal, misalnya menggunakan hidrokortison cream atau sejenisnya.

Antibiotika, diberikan bila ada infeksi sekunder (bernanah)

Selama ini, untuk pasien di praktek, hasil terbaik adalah Albendazole.

Pencegahan.

Sedapat mungkin, hindari anak-anak ndeprok (duduk) di pasir, tanah, rerumputan. Sulit lho, karena area tersebut adalah tempat favorit anak untuk bermain dengan teman-temannya. Menurut saya dilematis, di satu sisi anak perlu dilatih mengenal sekitarnya, berkreasi main pasir bikin macam-macam bentuk, di sisi lain beresiko terjangkit cutaneous larva migrans. Begitu juga berlarian di rerumputan, bagi anak mengasyikkan. Bila si anak sulit menghindari tempat tersebut, langkah terbaik adalah mencuci tangan-kaki dengan sabun atau sekalian dimandiin.

Bagaimana bila mendapati anggota keluarga atau tetangga terjangkit penyakit tersebut? Dengan berat hati, mau tidak mau dibawa ke dokter. Pertama dicocokkan benar tidaknya, kedua menyangkut pilihan dan dosis obat. Kecuali bila difoto lalu upload, bisa didiskusikan secara online.

 

Sumber : http://cakmoki86.wordpress.com

Incoming search terms:

  • harga obat albendazole
  • albendazole salep
  • thiabendazole salep
  • thiabendazole cream
  • harga salep thiabendazole
  • harga thiabendazole
  • obat larutan tiabendazole
  • Obat thiabendazole
  • salep tribendazole
  • testimoni albendazole

Produk terbaru

Rp 372.000 450.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangStetoskop Anak Toonscope ABN
Harga Rp 372.000 450.000
Anda HematRp 78.000 (17.33%)
Lihat Detail
Rp 140.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBak Instrumen SH 512 Ukuran Besar
Harga Rp 140.000
Lihat Detail
Rp 5.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSarung Tangan House Hold Size L
Harga Rp 5.500
Lihat Detail
Rp 472.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital Lengan Bawah ABN DW-200
Harga Rp 472.000
Lihat Detail
Rp 259.900 295.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital Polygreen KP-6230
Harga Rp 259.900 295.000
Anda HematRp 35.100 (11.90%)
Lihat Detail
Rp 210.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTest Narkoba Morfin UJI MORFIN
Harga Rp 210.000
Lihat Detail
Rp 2.610.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBedside Cabinet (Lemari Samping Ranjang Pasien) BFG 042 – 001
Harga Rp 2.610.000
Lihat Detail
Rp 296.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTabung Heparin Lithium Vacuette 4 ml
Harga Rp 296.000
Lihat Detail