022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 600.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital ABN DU-150 Lengan Atas
Harga Rp 600.000
Lihat Detail
Rp 472.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital Lengan Bawah ABN DW-200
Harga Rp 472.000
Lihat Detail
Rp 45.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode076034
Nama BarangDermafix Plester Non Woven 10 x 25 cm
Harga Rp 45.000
Lihat Detail
Rp 2.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKasa Hidrophile Hexa Husada
Harga Rp 2.500
Lihat Detail

Pencegahan Infeksi Nosokomial dengan Monitoring IV Catheter (Kanul Intravena)

Thursday, October 30th 2014.

Oleh : Bidan Rina Widyawati

Infeksi nosokomial sering disebabkan karena infeksi dari kateter urin, infeksi jarum infus, jarum suntik, infeksi saluran nafas, infeksi kulit, infeksi dari luka operasi dan septikemia. Selain itu pemakaian infus dan kateter urin yang lama tidak diganti-ganti, juga menjadi penyebab utamanya. Di ruang penyakit, diperkirakan 20-25% pasien memerlukan terapi infus.

Pada pasien kritis atau rawat inap dengan waktu yang lama, infus merupakan alat transmisi infeksi nosokomial. Setidaknya seperempat dari semua infeksi nosokomial pada aliran darah ditransmisikan melalui infus atau IV catheter yang menyebabkan kematian sebesar 25%. Kebanyakan penyebab organisme berasal dari kulit: dua pertiga infeksi disebabkan oleh staphylococci. 5-15% disebabkan oleh staphylococci aureus.

nosokomial

Ada berbagai komplikasi kanulasi intravena yang berupa gangguan mekanis, fisis dan kimiawi. Komplikasi tersebut berupa:

  • Ekstravasasi infiltrate : Cairan infus masuk ke jaringan sekitar insersi kanula.
  • Penyumbatan : Infus tidak berfungsi sebagaimana mestinya tanpa dapat dideteksi adanya gangguan lain.
  • Flebitis : Terdapat pembengkakan, kemerahan dan nyeri sepanjang vena
  • Trombosis : Terdapat pembengkakan di sepanjang pembuluh vena yang menghambat aliran infus.
  • Kolonisasi kanul : Bila sudah dapat dibiakkan mikroorganisme dari bagian kanula yang ada dalam pembuluh darah.
  • Septikemia : Bila kuman menyebar hematogen dari kanul.
  • Supurasi : Bila telah terjadi bentukan pus di sekitar insersi kanul.

Faktor-faktor yang berperan dalam meningkatkan komplikasi kanula intravena yaitu jenis kateter, ukuran kateter, pemasangan melalui venaseksi, kateter yang terpasang lebih dari 72 jam, kateter yang dipasang pada tungkai bawah, tidak mengindahkan pronsip anti sepsis, cairan infus yang hipertonik dan darah transfusi karena merupakan media pertumbuhan mikroorganisme, peralatan tambahan pada tempat infus untuk pengaturan tetes obat, manipulasi terlalu sering pada kanula. Kolonisasi kuman pada ujung kateter merupakan awal infeksi tempat infus dan bakteremia.

Penyisipan dari jarum atau kanula intravena dapat mengganggu daya tahan tubuh. Organisme bisa masuk ke dalam sirkulasi darah. Organisme tersebut bisa berasal dari cairan ataupun set infus yang terkontaminasi dan bisa juga dari IV catheter yang terkontaminasi.

Penyisipan IV catheter saat memasang infus harus hari-hati agar mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Artinya kesterilan alat IV catheter harus benar-benar dijaga, sama halnya pada saat melakukan prosedur bedah.

Tangan harus didesinfeksi dengan alkohol dan sarung tangan harus dipakai. Kulit yang akan ditusuk atau disisipkan IV catheter harus benar-benar didesinfeksi dengan chlorhexidine beralkohol atau 70% alkohol isopropil selama minimal 30 detik dan biarkan kering sebelum memasukkan IV catheter. Tempat pebusukkan IV catheter tidak boleh disentuh setelah didesinfeksi.

Ketika chlorhexidine 2%,  povidone iodine 10%, dan alkohol 70% digunakan pada pasien sebagai desinfektan, pada pasien yang diberi chlorhexidine 2% hampir empat kali lipat lebih rendah mengandung bakteremia dibandingkan pada pasien yang diberi povidone iodine 10%, dan alkohol 70%.

Penggantian rutin IV catheter dilakukan setiap 3-5 hari. Hal ini sudah dilakukan di Amerika Serikat tetapi tidak dilakukan di Eropa. Kemudian pedoman untuk mengganti IV catheter dikembangkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang merekomendasikan bahwa IV Catheter diganti setiap tiga hari. Namun, penggantian IV catheter  tidak lagi didukung oleh penemuan baru.

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan di Swiss dapat menampilkan peningkatan risiko kateter yang berhubungan dengan komplikasi flebitis, infeksi, dan komplikasi mekanis akibat penggunaan IV Catheter yang terlalu lama. IV Catheter dapat digunakan dengan pengawasan yang optimal hingga 144 jam (enam hari) pada anak-anak yang sakit kritis. Tempat cairan infus biasanya diganti sebelum cairan tersebut berubah, teteapi infus set tidak perlu diganti lebih sering setiap 72 jam. Tandai waktu pemasangan setiap IV catheter serta infus set pada setiap pasien.

Alat pencegah infeksi nosokomial dan stetoskop bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi  telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.

 

Sumber :

  • www.ncbi.nlm.nih.gov

 

Incoming search terms:

  • kapan infus harus diganti

Produk terbaru

Rp 20.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode110560
Nama BarangPerban Elastik (Elastik Bandage) Medicrepe 4 Inci
Harga Rp 20.000
Lihat Detail
Rp 2.570.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBedside Cabinet (Lemari Samping Ranjang Pasien) BFG 041 – 001
Harga Rp 2.570.000
Lihat Detail
Rp 20.500 25.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGunting Perban / Verband 14 cm YISONS
Harga Rp 20.500 25.000
Anda HematRp 4.500 (18.00%)
Lihat Detail
Rp 5.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangUrine Bag / Kantong Urin 2000 ml Steril Gea T Type
Harga Rp 5.500
Lihat Detail
Rp 126.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangLancet Samora / Lancing Device SM 228
Harga Rp 126.000
Lihat Detail
Rp 108.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDeluxe Penlight (Senter Medis) ABN
Harga Rp 108.000
Lihat Detail
Rp 259.900 295.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTensimeter Digital Polygreen KP-6230
Harga Rp 259.900 295.000
Anda HematRp 35.100 (11.90%)
Lihat Detail
Rp 47.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNurse Cap Disposible Non Steril OneMed
Harga Rp 47.000
Lihat Detail