022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 29.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangAseptic Gel Antiseptic Pembersih Tangan Ethyl Alkohol 70 %
Harga Rp 29.000
Lihat Detail
Rp 145.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDermafix-T Plester Transparan Anti Air 10 x 20 cm
Harga Rp 145.000
Lihat Detail
Rp 70.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGunting Operasi Tajam Tajam Bengkok Renz 20 cm
Harga Rp 70.000
Lihat Detail
Rp 12.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCelana Sunat Atau Khitan Harga Murah
Harga Rp 12.500
Lihat Detail

Sumber Penularan (Reservoir) Penyakit Tifoid

Friday, October 31st 2014.

Oleh : Bidan Rina Widyawati

Salminella typhi masuk ketubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus. Setelah mencapai usus, Salmonella typhosa menembus ileum ditangkap oleh sel mononuklear, disusul bakteriemi I.

Setelah berkembang biak di RES, terjadilah bakteriemi II, Interaksi Salmonella dengan makrofag memunculkan mediator-mediator. Lokal (patch of payer) terjadi hiperplasi, nekrosis dan ulkus. Sistemik timbul gejala panas, instabilitas vaskuler, inisiasi sistem beku darah, depresi sumsum tulang dan lain-lain.

penyakit-tipes1

Imunonolgi humoral lokal, di usus diproduksi IgA sekretorik yang berfungsi mencegah melekatnya salmonella pada mukosa usus. Humoral sistemik, diproduksi IgM dan IgG untuk memudahkan fagositosis Salmonella oleh makrofag. Seluler berfungsi untuk membunuh Salmonella intraseluler.

Bakteri Salmonella typhy (S typhi) dan Salmonella paratyphi (Sparatyphi) masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Sebagian bakteri dimusnahkan di lambung oleh asam lambung. Sebagian lolos masuk ke dalam usus halus dan selanjunya berkembang biak. Bila respon imunitas humoral mukosa (IgA) usus halus kurang baik maka bakteri akan menembus sel-sel epitel dan selanjutnya kelamina propia.

Dilamina propia bakteri berkembang biak dan difgosit oleh sel-sel fagosit terutama oleh makrofak, kemudian bakteri yang hidup dan berkembang biak di dalam makrofak di bawa ke Plague peyeri ileum distal selanjutnya ke kelenjar getah bening. Kemudian melalui duktus torasikus bakteri yang di dalam makrofag ini masuk ke dalam sirkulasi darah (mengakibatkan bakterimia pertama yang asimtomatik) dan menyebar keseluruh organ retukuloendotelial tubuh terutama organ hati dan limpa. Di organ-organ ini bakteri meninggalkan sel-fagosit dan kemudian berkembang biak di luar sel dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi sehingga mengakibatkan bakterimia yang kedua kalinya dengan di sertai tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik.

Didalam hati kuman masuk ke dalam kandung empedu, berkembang biak bersama cairan empedu diekresikan secara “intermittent“ kedalam lumen usus. Sebagian kuman dikeluarkan melalui feses dan sebagian masuk lagi kedalam sirkulasi setelah menembus usus, proses yang sama terulang kembali, berhubung makrofag telah teraktivitas dan hiperaktif maka saat fagositosis pada kuman salmonella terjadi pelepasan beberapa mediator inflamasi yang selanjutnya akan menimbulkan gejala reaksi imflamasi sistemik seperti demam, malaise, myalgia, sakit kepala, sakit perut, instabilitas vaskuler, gangguan mental dan koagulasi.

Sumber penularan Salmonella typhi

Penularan penyakit demam tifoid oleh basil Salmonella typhi ke manusia melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh feses atau urin dari penderita tifoid. Ada dua sumber penularan Salmonella typhi, yaitu :

1. Penderita Demam Tifoid

Yang menjadi sumber utama infeksi adalah manusia yang selalu mengeluarkan mikroorganisme penyebab penyakit, baik ketika ia sedang menderita sakit maupun yang sedang dalam penyembuhan. Pada masa penyembuhan penderita pada umumnya masih mengandung bibit penyakit di dalam kandung empedu dan ginjalnya.

2. Carrier Demam Tifoid

Penderita tifoid/carrier adalah seseorang yang kotorannya (feses atau urin) mengandung Salmonella typhi setelah satu tahun pasca demam tifoid, tanpa disertai gejala klinis. Pada penderita demam tifoid yang telah sembuh setelah 2-3 bulan

masih dapat ditemukan kuman Salmonella typhi di feses atau urin. Penderita ini disebut carrier pasca penyembuhan. Pada demam tifoid sumber infeksi dari carrier kronis adalah kandung empedu dan ginjal (infeksi kronis, batu atau kelainan anatomi). Oleh karena itu apabila terapi medika mentosa dengan obat anti tifoid gagal, harus dilakukan operasi untuk menghilangkan batu atau memperbaiki kelainan anatominya. Karier dapat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :

  • Healthy carrier
    Adalah mereka yang dalam sejarahnya tidak pernah menampakkan menderita penyakit tersebut secara klinis akan tetapi mengandung unsur penyebab yang dapat menular pada orang lain, seperti pada penyakit poliomyelitis, hepatitis B dan meningococcus.
  • Incubatory carrier
    Adalah mereka yang masih dalam masa tunas, tetapi telah mempunyai potensi untuk menularkan penyakit/ sebagai sumber penularan, seperti pada penyakit cacar air, campak dan pada virus hepatitis.
  • Convalescent carrier
    Adalah mereka yang baru sembuh dari penyakit menulat tertentu, tetapi masih merupakan sumber penularan penyakit tersebut untuk masa tertentu, yang masa penularannya kemungkinan hanya sampai tiga bulan umpamanya kelompok salmonella, hepatitis B dan pada dipteri.
  • Chronis carrier
    Merupakan sumber penularan yang cukup lama seperti pada penyakit tifus abdominalis dan pada hepatitis.

Alat uji tifoid bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.

 

Sumber :

  • Buku Patofisiologi Kedokteran

 

Produk terbaru

Rp 53.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSarung Tangan Nitrile Non Powder Golden Glove M (box isi 100 bh)
Harga Rp 53.500
Lihat Detail
Rp 12.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSetengah Koher (1/2 kocher)
Harga Rp 12.000
Lihat Detail
Rp 1.190.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDoppler Bistos Hi Bebe LCD BT200
Harga Rp 1.190.000
Lihat Detail
Rp 253.000 310.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangAlat Bekam KangZhu Kuning Isi 14
Harga Rp 253.000 310.000
Anda HematRp 57.000 (18.39%)
Lihat Detail
Rp 410.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangUji Tifoid IgM Rapid Test Untuk Pemeriksaan Tifoid
Harga Rp 410.000
Lihat Detail
Rp 20.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGunting Operasi Tajam – Tajam Lurus Renz 14 cm
Harga Rp 20.000
Lihat Detail
Rp 499.000 600.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNebulizer Omron Ne C801
Harga Rp 499.000 600.000
Anda HematRp 101.000 (16.83%)
Lihat Detail
Rp 59.000 66.500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangConvatec DuoDerm Extra Thin 10 x 10 cm
Harga Rp 59.000 66.500
Anda HematRp 7.500 (11.28%)
Lihat Detail